Sudah lama rasanya saya tak dapat mengaktifkan kemampuan otak kanan ini. Mungkin kerana komitmen saya memerlukan penekanan terhadap penggunaan otak kiri yang lebih berbanding dengan otak kanan. Agak kaku memulakan ayat tidak seperti dulu. Jarak masa yang panjang, membuatkan semua kosa kata dan vocab hilang entah lari ke mana. Hu~
Dalam kebuntuan mencari bahasa yang sesuai, buku ini mengajar saya kembali di sini semula. Bukan mencari bahasa yang biasa, tapi yang benar-benar luar biasa, suatu bahasa dan doktorat CINTA yang MAHA AGUNG. Falsafah yang ditunjuki terlalu halus dan teliti, perlu difahami beberapa kali untuk memastikan akal tunduk pada kebenaran dan hati mekar dengan kebesaran CINTA. Tahapan cinta itu pelbagai, dari taubat, zuhud, rindu, redha, dan hingga tiba pada tahapan CINTA HAKIKI. Dengan cinta lahirnya ketaatan dan kepatuhan. Dari makrifat pesona dan keasyikan pasti datang. (”,)..
petikan:
1)Dalam beberapa kitab Allah disebutkan, “Wahai hambaku, demi hakmu, Aku mencintaimu. Dan, demi hak-Ku padamu, hendaklah kamu mencintai-Ku!”
[m/s:18]
2)Dalam sebuah hadis terkenal disebutkan, ketika malaikat kematian datang hendak mencabut nyawa Ibrahim A.S, beliau bertanya pada malaikat ini, “Pernahkah kamu dapati seorang kekasih ingin membunuh kekasihnya?” Atas pertanyaan Ibrahim, Allah kemudian menurunkan wahyu, “Pernahkah kamu dapati seorang pecinta yang tak ingin berjumpa dengan kekasinya?”
Ibrahim A.S pun berkata, “Wahai, Malaikat Kematian, sekarang cabutlah nyawaku!”
[m/s:15 *hadis ini tidak ditemukan sumbernya*]
3)”Cinta dan Kerinduan telah membuat aku menjadi begini, seperti yang kau lihat ini.” - Rumi
4)” Kerinduan adalah bola api yang dinyalakan Allah dalam hati kekasih-kekasih-Nya dan membakar seluruh isi yang ada: berjuta kecemasan, bermacam keinginan, berbagai rintangan, dan beragam kebutuhan.” - Al-Ghazali[Sang Hujjat Al -Islam]

Kembali aku menatap wajah mu
Rindu ini kembali lagi memanggu
Ingin aku terus berbicara
Biarpun ku tak pasti apakah suara ini sampai menerpa
Ribut sudah lama reda
Itu yang menciptakan bahagia
Hanya pada bayu aku letakkan harapan
Hatimu untukku berpaut akan terus disimpankan
Menanti detik aku terbang di awangan
Meliliti selendangmu bergayutan seiringan
Tetapkan hati ini hanya milikmu
Tetapkan jiwa ini kekal untukmu
Ubatkan segala lara
Sembuhkan segala duka
Di sini akan terus merindu
Di sini akan pasti terus menunggu
qifa
13/03/07
1604

0 responses so far ↓
There are no comments yet.
Leave a Comment