© 2007 Kakiblog.com
Kakiblog.com header image

Rindu Tanpa Akhir.

March 17th, 2007 · No Comments

Sudah lama rasanya saya tak dapat mengaktifkan kemampuan otak kanan ini. Mungkin kerana komitmen saya memerlukan penekanan terhadap penggunaan otak kiri yang lebih berbanding dengan otak kanan. Agak kaku memulakan ayat tidak seperti dulu. Jarak masa yang panjang, membuatkan semua kosa kata dan vocab hilang entah lari ke mana. Hu~

Dalam kebuntuan mencari bahasa yang sesuai, buku ini mengajar saya kembali di sini semula. Bukan mencari bahasa yang biasa, tapi yang benar-benar luar biasa, suatu bahasa dan doktorat CINTA yang MAHA AGUNG. Falsafah yang ditunjuki terlalu halus dan teliti, perlu difahami beberapa kali untuk memastikan akal tunduk pada kebenaran dan hati mekar dengan kebesaran CINTA. Tahapan cinta itu pelbagai, dari taubat, zuhud, rindu, redha, dan hingga tiba pada tahapan CINTA HAKIKI. Dengan cinta lahirnya ketaatan dan kepatuhan. Dari makrifat pesona dan keasyikan pasti datang. (”,)..

petikan:

1)Dalam beberapa kitab Allah disebutkan, “Wahai hambaku, demi hakmu, Aku mencintaimu. Dan, demi hak-Ku padamu, hendaklah kamu mencintai-Ku!”
[m/s:18]

2)Dalam sebuah hadis terkenal disebutkan, ketika malaikat kematian datang hendak mencabut nyawa Ibrahim A.S, beliau bertanya pada malaikat ini, “Pernahkah kamu dapati seorang kekasih ingin membunuh kekasihnya?” Atas pertanyaan Ibrahim, Allah kemudian menurunkan wahyu, “Pernahkah kamu dapati seorang pecinta yang tak ingin berjumpa dengan kekasinya?”
Ibrahim A.S pun berkata, “Wahai, Malaikat Kematian, sekarang cabutlah nyawaku!”
[m/s:15 *hadis ini tidak ditemukan sumbernya*]

3)”Cinta dan Kerinduan telah membuat aku menjadi begini, seperti yang kau lihat ini.” - Rumi

4)” Kerinduan adalah bola api yang dinyalakan Allah dalam hati kekasih-kekasih-Nya dan membakar seluruh isi yang ada: berjuta kecemasan, bermacam keinginan, berbagai rintangan, dan beragam kebutuhan.” - Al-Ghazali[Sang Hujjat Al -Islam]

Kembali aku menatap wajah mu

Rindu ini kembali lagi memanggu

Ingin aku terus berbicara

Biarpun ku tak pasti apakah suara ini sampai menerpa

Ribut sudah lama reda

Itu yang menciptakan bahagia

Hanya pada bayu aku letakkan harapan

Hatimu untukku berpaut akan terus disimpankan

Menanti detik aku terbang di awangan

Meliliti selendangmu bergayutan seiringan

Tetapkan hati ini hanya milikmu

Tetapkan jiwa ini kekal untukmu

Ubatkan segala lara

Sembuhkan segala duka

Di sini akan terus merindu

Di sini akan pasti terus menunggu

qifa

13/03/07

1604

Tags: Umum

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet.

Leave a Comment